Friday, February 11, 2011

Si gadis tegar yang pernah ku kenal

Waktu terus berjalan seiring perjalanan hidup kita. Saat waktu telah datang, tak ada lagi yang bisa diperbuat kecuali hanya bisa menyambut dengan hati yang tegar. Ketika kita sudah siap maka waktu akan menjadi teman dalam perjalanan kita, namun jika kita tidak siap maka waktu adalah musuh bagi kita. Setiap orang punya warna dalam hidupnya. Warna yang tidak semua orang bisa memilikinya. Hanya kita yang tahu apakah warna itu menarik atau tidak untuk kita. Jika kau pertanyakan warna kesukaan pada seribu orang maka akan terucap seribu jenis warna dari setiap bibir mereka. Itulah hidup teman, kadang membuat kita terbang melihat keindahan dunia ini namun terkadang membuat kita jatuh dari atas tebing yang curam yang dibawahnya terdapat batu yang runcing. Sungguh sakitnya sulit disembuhkan kecuali waktu jualah yang bisa menyembuhkan.

Hari ini ku bertemu seorang gadis mungil. Muka yang imut seperti boneka, bibir yang merah seperti buah delima, dengan paras yang ayu bak bunga mawar merah yang sedang mekar. Sungguh kecantikan yang luar biasa anugerah dari yang Kuasa. Ku kira hidupnya seperti ratu dalam istana, tanpa ada sedikit kekurangan. Namun aku salah mengira. Dibalik senyumnya yang terpancar ternyata ada sedikit kegundahan hati. Kegundahan yang tak seorangpun tahu. Sungguh gadis tegar yang pernah kukenal. Ia berjalan didepanku dan menyapa sambil memberikan ekspresi yang indah bagai mentari pagi yang bersinar, memberikan senyumannya bagai bunga mawar mekar pagi hari, dan menebarkan wangi bagai bunga melati yang harumnya memberikan kesenangan dan kedamaian pada setiap orang. Sungguh engkau gadis yang tegar. Karena waktu jualah yang membuatku merasa ingin mendekati si gadis tegar itu. Ingin melihat dan memahami dirinya lebih dekat lagi seolah-olah ku kan memetik bunga. Ingin memasuki hidupnya dan menjadi penjaga bagi nya ketika ia layu, kekurangan air, kekurangan pupuk, ataupun diganggu oleh serangga-serangga pohon. Sungguh engkau gadis tegar yan pernah kukenal. Hari demi hari kulewati namun waktu tetap saja memberikan ku angan-angan yang sulit untuk kugapai. Waktu berusaha untuk memberikan semangat pada ku agar ku bisa masuk kedalam hidupnya, namun ku pikir itu semua sulit karena si gadis tegar terlalu indah untuk seorang penjaga seperti ku. Tapi siapa yang tahu apa yang terjadi diwaktu yang akan datang. Terkadang waktu terlalu baik sehingga memberikan apa yang kita angan-angan kan. Yang terpenting hanyalah satu, usaha dan kerja keras serta doa pada Allah swt. Karena sang penentu akan selalu melihat hambanya yang berdoa dan berusaha. Keinginanku tulus karena perasaan yang suci, bukan ada maksud untuk bermain didalamnya. Ingin bersamanya mengarungi lautan yang luas, hingga pelabuhan terkahir dapat ditempuh. Wahai gadis tegar yang pernah kukenal.

Bukan lelaki penggoda, bukan lelaki dengan julukan playboy, bukan lelaki yang pemalu dan penakut tapi akulah lelaki yang berusaha menjaga amanah Tuhan ku. Mencari cintaNya dan cintanya hanya untuk kebahagiaan dunia-akhirat. Wahai gadis tegar yang pernah kukenal, dengarkanlah irama dan nyanyian hati ini, sambutlah dengan senyum mu yang indah itu agar ku bisa merasakan kedamaian hidup ini. Wahai gadis tegar yang pernah kukenal, semoga kau tetap bisa tegar walapun nantinya jatuh dari tebing yang lebih tinggi lagi dan batu yang sangat runcing dibawahnya. Biarkanlah aku yang menjadi perawatmu hingga luka itu sembuh. 

wahai gadis tegar yang pernah kukenal....... salam dariku untukmu.

No comments:

Post a Comment