Hari ini ku membaca note mu. Susunan huruf yang dirangkai menjadi indah, diketik oleh si pemilik tangan yang halus nan menawan, membuat ku tergoda untuk membacanya. Kata demi kata, kalimat demi kalimat, bait demi bait, paragraf demi paragraf, ku baca tanpa menghiraukan waktu yang berjalan. Sungguh aku terpesona dengan note mu. Aku terpesona dengan lukisan hatimu. Aku terkagum dengan usaha karya mu. Aku terus membaca hingga tanpa kusadari setetes air mata jatuh dari pipi ku. Aku tidak tahu, mengapa perasaanku menjadi seperti ini. Menjadi laki-laki yang cengeng hanya karena sebuah tulisan dari seorang wanita yang telah lama kukenal. Yang ku tangisi bukanlah karena tulisan yang bagus, tapi ku tersadar akan pesan yang disampaikannya. Dia selalu datang disetiap waktu kosong ku, disetiap semangatku yang lagi jatuh, disetiap perasaan ku yang lagi gundah gulana. Kuterus membaca hingga akhirnya ku menyelesaikan kalimat terakhir dari notenya itu. Rasa kagum yang tidak bisa ku ungkapkan dengan beribu-ribu kata. Hanya perasaan ku yang bisa menggambarkan semuanya tanpa harus ada orang yang tahu.
Setelah membaca notenya, kata pertama yang muncul dalam hati ku adalah "MAAF"... kata maaf yang ditujukan kepada Sang Pencipta. Maaf ya Allah.... terkadang aku melupakan mu hanya karena hal-hal yang tidak penting padahal Engkau adalah zat yang paling utama. Sungguh aku manusia yang rugi. Harus sedih, marah, sakit hati, emosi, bahagia, dan senang hanya karena hal-hal yang kurang berarti dari pada Engkau yang telah menciptakan segalanya. Aku berusaha untuk selalu mencitai-Mu. Berusaha untuk selalu mendapatkan balasan cinta dari-MU. Agar kelak ku mendapatkan tempat dihatimu dan dapat tinggal dalam istana.
Kembali pada cerita tentang seseorang yang membuat note tadi. Tak terbayangkan oleh ku seperti apa hatinya. Hati yang selalu memberikan inspiratif didalam hidupku. Jika ku ikuti keegoisan hati serta nafsu syetan, ingin rasanya ku memiliki seutuhnya dan selamanya. Tapi itu semuanya hanya keinginan iblis yang dititipkan kepada ku. Perasaan tidak bisa berkata, tak satupun orang ada yang tahu seperti apa perasaan ku walaupun ada teman-teman ku yang mengatakan bahwa dia tahu tentang perasaan ku dengan wanita penulis note itu. Tak ada seorang pun yang tahu seberapa dalam perasaan ku padanya. Semua keegoisan ku terpecahkan oleh kata-katanya...
sedikit kutipan darinya:
"Saya lihat Anda sudah memahami apa itu cinta. Cinta kebanyakan berkata bahwa kepemilikan harus menjadi bagian yang menamatkan kisah cinta. Tapi, cinta sedikit orang (termasuk Anda) bahwa cinta itu tak harus memiliki. Cinta itu adalah senang apabila dia senang, menjadi penghibur di kala ia sedih, termasuk turut senang ketika dia senang dengan orang lain pilihannya...Itu cinta menurut saya dan Kahlil Gibran....:)"
nice saturday,
february, 5th 2011
08.10.

No comments:
Post a Comment