Wednesday, March 09, 2011

catatan dodol - janjimu palsu

disiang hari ketika matahari memancarkan panasnya
kau berjalan menelusuri jalanan ibu kota
tanpa alas kaki tanpa pelindung kepala
terus berjalan tanpa memikirkan lelahnya tubuhmu
untuk mencari segenggam kehidupan
kehidupan yang selalu meminta perjuangan
akan keberanian untuk melawannya

kau hampiri setiap sudut kota
berdiri sambil bersenandung lagu prahara
nyanyian dari jeritan suara hati
meminta belas kasihan dari orang berada
mengadahkan tangan sambil berkata
"pak, buk, mohon bantuannya.. kami belum makan"
tak mengenal usia, tak mengenal jenis kelamin
yang penting usaha untuk mendapatkan segenggam kehidupan hari ini
hari esok akan dipikirkan esok pula

lihatlah tuan-tuan dan nyonya-nyonya
dia bernyanyi untuk anda
dengan suara yang pecah, wajah yang lusu
tetap terus bernyanyi, melantunkan lagu 
kisah sedih tentang pedihnya hidup

mana janji pemimpin negeri ini
kemana mereka setelah rakyat-rakyat jelata memilih
dengan semangat akan adanya perubahan
harapan kehidupan yang lebih baik
untuk mendapatkan derajat yang lebih terhormat

mereka tak meminta janji
mereka tak meminta suapan materi
mereka tak meminta perhatian yang lebih
namun mereka meminta bukti dari kepemimipinanmu
meminta akan hak-hak mereka yang telah kau makan

apakah tak malu diberi simbol tikus makan uang?
apakah tidak malu disorot media massa?
ditonton ribuan penduduk negeri
dicaci, dihujat, dilempar
sungguh manusia tak berhati dan tak bermuka

itukah yang disebut seorang pemimpin?

No comments:

Post a Comment